9.11.16

Tentang Kebodohan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
----------------------------------------------------------------------------------------------------


الْجَاهِلُ يُعْرَفُ بِسِتِّ خِصَالٍ: الْغَضَبُ مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ ، وَالْكَلاَمُ مِنْ غَيْرِ نَفْعٍ ، وَالْعَطِيَّةُ فِي غَيْرِ مَوْضِعِهَا ، وَأَنْ لاَ يَعْرِفَ صَدِيقَهُ مِنْ عَدُوِّهِ ، وَإِفْشَاءُ السِّرِّ ، وَالثِّقَةُ بِكُلِّ أَحَدٍ
Orang bodoh dikenal melalui enam perkara; Marah tanpa sebab, berbicara tanpa guna, memberi tidak pada tempatnya, tidak dapat mengenali mana teman dan musuhnya, menyebarkan rahasia dan percaya kepada siapa saja.

اثْنَانِ لاَ يُغَيِّرَانِ رَأْيَهُمَا أَبَداً؛ الْجَاهِلُ وَالْمَيِّتُ
"Dua golongan yang tidak pernah merubah pendapatnya; Orang bodoh dan orang mati."


الْجَاهِلُ يُؤَكِّدُ ، وَالْعَالِمُ يَشُكُّ ، وَالْعَاقِلُ يَتَرَوَّي
"Orang bodoh memastikan, orang berilmu meragukan, orang berakal hati-hati."


يُصِيْبُ وَمَا يَدْرِي وَيُخْطِئَ وَمَا دَرَى وَهَلاَّ يَكُونُ الْجَهْلُ إِلاَ كَذَلِكَ
"Benar tapi dia tidak tahu, salah pun juga dia tidak tahu. Begitulah halnya kondisi orang bodoh."


إِذَا كُنْتَ لاَ تَدْرِي وَلَمْ تَكُ بِالَّذِي يُسَائِلُ مَنْ يَدْرِي فَكَيْفَ إِذَنْ تَدْرِي
"Jika anda bukan termasuk orang yang tahu dan bukan pula termasuk orang yang bertanya kepada yang tahu, lalu, bagaimana anda dapat mengetahui."


وَفِي الْجَهْلِ قَبْلَ الْمَوْتِ مَوْتٌ لأَهْلِهِ وَأَجْسَادُهُمْ قَبْلَ الْقُبُورِ قُبُورُ
"Kebodohan sebelum kematian, merupakan kematian bagi pemiliknya. Tubuh mereka sebelum dikubur telah menjadi kuburan."


الْجَاهِلُ عَدُوُّ نَفْسِهِ ، فَكَيْفَ يَكُونُ صَدِيقًا لِغَيْرِهِ
"Orang bodoh adalah musuh bagi dirinya, lalu bagaimana dia menjadi teman bagi orang lain."

Sumber: Mut'atul Hadits, Syekh Abdullah bin Muhammad AdDaawuud.
Share:

0 comments :

Post a Comment

Mari komentar dan berdiskusi...